Tagana Girimulyo Resmikan Posko

Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Girimulyo meresmikan Posko baru pada Jumat malam, 29 Oktober 2010. Posko tersebut menempati rumah Mahfud di RT 82 RW 20 Sibolong Jatimulyo Girimulyo Kulon Progo.
Hadir dalam acara tersebut unsur Muspika Kecamatan Girimulyo, Kepala Desa dan Perangkat Desa Jatimulyo, perwakilan Tagana Samigaluh dan Nanggulan serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya Kepala Desa Jatimulyo R. Murdani Saputro menyatakan apresiasi dan mendukung kegiatan tersebut. Selain itu juga menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Tagana adalah murni untuk kegiatan sosial serta tidak ada muatan politik didalamnya.
Selanjutnya Sekcam Girimulyo, Drs. Purwono menyatakan dukungannya dan berharap dengan adanya posko tersebut masyarakat Girimulyo dapat mengenali dan mengantisipasi secara dini terhadap adanya setiap ancaman bencana di wilayah Girimulyo. Pada kesempatan tersebut Sekcam juga mengatakn akan berusaha untuk menjadi mediator antara Tagana Girimulyo dengan pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Kabupaten Kulon Progo atau Dinas Sosial.
Sejak terbentuknya, Tagana Girimulyo sudah sering terlibat langsung dalam penanggulangan bencana alam di berbagai wilayah tidak hanya di seputar Kulon Progo dan DIY saja namun berbagai wilayah bencana lain seperti Padang, Tasikmalaya, Merapi dan berbagai wilayah bencana lainnya. Selain itu juga sudah 2 kali mengikuti jambore di Cibubur yaitu tahun 2008 dan 2009. Kegiatan rutin yang dilaksanakan adalah pertemuan dan koordinasi Tagana eks Tuti Utara yang meliputi Girimulyo, Samigaluh, Nanggulan dan Kalibawang.
Jumlah personil Tagana Girimulyo tercatat sebanyak 16 orang dengan kepengurusan sebagai berikut : (1) Koordinator I : Marsudi, (2) Koordinator II : Yusri, (3) Sekretaris : Sigit K., (4) Bendahara : Sarijo MP.
Dari segi peralatan, saat ini peralatan yang dimiliki antara lain 13 buah radio HT, 14 paket P3K, 2 buah Drakbar, 1 buah genset, 3 buah lampu TL, sepatu boot, dan senter.

This slideshow requires JavaScript.

Bencana Tanah Longsor

Memasuki musim penghujan bulan Oktober 2010 ini wilayah Kecamatan Girimulyo kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana tanah longsor. Hal ini dilakukan karena mengingat wilayah Kecamatan Girimulyo yang berbukit sehingga seolah sundah menjadi langganan tanah longsor setiap musim penghujan tiba.

Sampai dengan hari Kamis, 21 Oktober 2010 sudah tarcatat sekitar 40 titik lokasi tanah longsor. Tanah longsor tersebut menimpa rumah warga, jalan, jembatan, dan beberapa prasaran umum lainnya. Bahkan jembatan Gedong yang dibiayai dengan dana PNPM yang sedang dalam tahap pembangunan ikut menjadi korban terjangan tanah longsor.

Kejadian yang terparah tanah longsor menimpa rumah Mardi di Pedukuhan Sonyo Desa Jatimulyo. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut karena pemilik rumah sudah berada diluar rumah saat kejadian. Namun rumah tersebut hancur tertimbun tanah longsor yang terjadi pada hari Sabtu, 16 Oktober 2010 sekitar pukul 23.30 WIB.

This slideshow requires JavaScript.

SAFARI RAMADHAN TINGKAT KABUPATEN KULON PROGO DI MASJID HARJO UTOMO PURWOSARI

Girimulyo, 27 Agusutus 2010. Kegiatan safari ramadhan tingkat Kabupaten Kulon Progo untuk wilayah Kecamatan Girimulyo dilaksanakan di Masjid Harjo Utomo pedukuhan Penggung desa Purwosari Kecamatan Girimulyo. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo dan diikuti oleh unsur-unsur Muspida, Pejabat Eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
Dalam acara tersebut Bupati Kulon Progo menyerahkan bantuan berupa Al-Qur’an dan terjemahannya serta dana pengembangan sarana ibadah kepada Ta’mir Masjid Harjo Utomo. Selain itu juga diserahkan bantuan bagi anak-anak yatim dan piatu serta lansia yang berhak menerima dari BAZ Kecamatan Girimulyo untuk 7 orang.

Sementara dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Mulyono, Bupati menyampaikan bahwa penyerahan bantuan Mushaf Al-Qur’an dan terjemahannya tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan mempelajari dan memahami isi kandungan Al-Qur’an agar lebih mengakar di kalangan masyarakat terutama di wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Dalam acara tersebut sekaligus dilanjutkan dengan peringatan Nuzulul Qur’an dengan pembicara Ustadz Drs. Sutarjo, S.Ag. M.Ag. dari Gunung Kidul yang juga merupakan pegawai di lingkungan Kantor Kementrian Agama RI Provinsi D.I. Yogyakarta.

Khitanan Massal berlangsung meriah

Pelaksanaan khitanan massal di pendopo Kecamatan Girimulyo pada hari ini Kamis (1/7) berlangsung dengan lancar dan meriah. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berjumlah 27 anak dan dilaksanakan mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.50 WIB. Dalam acara ini dimeriahkan oleh group Shalawat dari pedukuhan Tompak Desa Giripurwo dan dilanjutkan pentas jathilan oleh kelompok Tri Budaya dari pedukuhan Bulu desa Giripurwo.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tausiah oleh Kepala KUA Kecamatan Girimulyo di Balai Desa Giripurwo yang selanjutnya peserta dikirab dari Balai Desa Giripurwo menuju halaman Kecamatan Girimulyo.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memancing dan meningkatkan kepedulian sosial” demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H. Mulyono dalam sambutannya. Selanjutnya ditegaskan juga oleh Wabup bahwa kegiatan khitanan massal ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh UPK di wilayah Kulon Progo.

Dalam laporan panitia penyelenggara kegiatan Sarijo SM mengatakan bahwa kegiatan ini menelan biaya sebesar Rp. 20 juta. Dan dana tersebut dianggarkan dari pos dana sosial UPK Kecamatan Girimulyo. Terlaksananya kegiatan ini merupakan hasil kerjasama UPK Kecamatan Girimulyo dengan Pemerintah Kecamatan Girimulyo yang didukung oleh BPD DIY, Klinik Pura Raharja, Sumber Baru Motor, Family Video Shooting, dan Perusahaan obat Procold.

Bakti Masyarakat UPK Kecamatan Girimulyo

Khitanan massal yang akan diselenggarakan oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Girimulyo pada hari Kamis, 1 Juli 2010 bertempat di Pendopo Kecamatan Girimulyo merupakan salah satu bentuk kegiatan kepedulian sosial kepada masyarakat Kecamatan Girimulyo.
UPK Kecamatan Girimulyo merupakan pengelola semua kegiatan dalam PNPM Mandiri Perdesaan. Secara umum tujuan dari PNPM Mandiri Perdesaan adalah untuk mengurangi kemiskinan melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam penyediaan layanan publik dan peningkatan kapasitas lembaga lokal yang berbasis masyarakat. Sasaran dari PNPM Mandiri Perdesaan adalah masyarakat miskin di pedesaan.
Pembiayaan untuk kegiatan ini adalah dari pos anggaran dana sosial. Menurut Chrisnasari Putri, S.Pd. selaku Ketua UPK Kecamatan Girimulyo untuk tahun-tahun yang lalu dana sosial digunakan untuk kegiatan lantainisasi, bantuan terhadap korban bencana alam, jambanisasi, dan bantuan anak sekolah bagi keluarga tidak mampu. Selain itu kegiatan ini juga didukung oleh BPD DIY, Yamaha, Procold.

Dhalang dari Girimulyo Pentas di KR Radio

Dalam rangka HUT ke-1 Radio KR menyelenggarakan pentas wayang kulit semalam suntuk pada Jumat malam, 25 Juni 2010 bertempat di halaman KR Radio, Jalan Veteran 16 Wates.
Pagelaran wayang kulit yang dikemas dalam event bertajuk “Tasyakuran HUT Ke-1 KR Radio” tersebut menampilkan dhalang Ki Anom Sucondro dengan mengangkat cerita Babat Alas Minomarto.
Dalam pagelaran tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H. Mulyono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Drs. Sarjana dan sejumlah camat serta Ketua Pepadi Kulon Progo Joko Budiarto.

sumber : Kedaulatan Rakyat

Sunatan Massal

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Girimulyo akan menyelenggarakan sunatan massal. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 1 Juli 2010 bertempat di pendopo Kecamatan Girimulyo mulai pukul 08.30 WIB.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan BPD DIY Capem Nanggulan dan Klinik Pura Raharja Bumirejo Lendah Kulon Progo.
Menurut rencana kegiatan ini akan dibuka oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Mulyono.
Sampai dengan hari Jumat 25 Juni 2010 jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 28 orang dari 4 Desa di wilayah Kecamatan Girimulyo. Demikian dikatakan oleh Kasi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Girimulyo, Suhardiyana, S.IP. selaku Ketua Panitia Penyelenggara.

Hasil Perhitungan sementara Pemilu Presiden tahun 2009 Kecamatan Girimulyo

Perolehan suara sementara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009 tingkat Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta
hasil pilpres 2009 hasil sementara pemilu 2009
Hasil Sementara Pilpres 2009
Hasil Sementara Pilpres 2009

BBGRM 2009

DOKUMENTASI BULAN BAKTI GOTONG ROYONG MASYARAKAT 2009

26 Juni 2009

Gedung UPK Girimulyo

Gedung UPK Girimulyo

Peresmian Gedung UPK Girimulyo

Peresmian Gedung UPK Girimulyo

Punggawa UPK Girimulyo

Punggawa UPK Girimulyo

Penyerahan Bantuan Kelompok Ternak

Penyerahan Bantuan Kelompok Ternak

tim sayah Girimulyo

tim sayah Girimulyo

Tim Sayah Girimulyo

Tim Sayah Girimulyo

KELOMPOK KB PRIA ”KOKOH” GIRIMULYO
MAJU DALAM LOMBA KB TINGKAT PROVINSI DIY

Girimulyo, 19 Mei 2008 (hs). Kelompok KB Pria ”KOKOH” Pedukuhan Karanggede Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo maju dalam lomba KB Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Selasa, 19 Mei 2009. Penilaian dalam lomba ini meliputi administrasi maupun kegiatan dari Kelompok KB Pria tersebut.
Dalam sambutannya camat Girimulyo Drs. Sumiran mengatakan bahwa Kecamatan Girimulyo merupakan gudangnya kelompok KB, bahkan pada tahun 2008 Kelompok KB Pria ”ROMO BIMO” Sekaro telah menjadi juara nasional. ”Dengan adanya evaluasi ini mudah-mudahan bisa menggugah semangat timbulnya kelompok-kelompok KB Pria di wilayah Girimulyo khususnya dan Kulon Progo umumnya.” lanjutnya.
Selanjutnya dalam acara tersebut dipentaskan kesenian reog soreng dari pedukuhan Karanggede yang anggotanya merupakan anggota kelompok KB Pria ”KOKOH” pedukuhan Karanggede. Dalam pentas reog tersebut disisipi dengan pesan-pesan tentang KB.
Pesan tentang KB dalam pentas Reog Soreng

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo Drs. Krissutanto bahwa mulai tahun 1995 di wilayah pedukuhan Karanggede sudah dilaksanakan berbagai macam bina, seperti Bina KB, dan bina-bina yang lain. Selanjutnya disampaikan bahwa pelaksanaan program KB di wilayah Kulon Progo telah mengurangi kemiskinan di Kulon Progo sebesar 3%.
”Keberlangsungan dan kelestarian kelompok KB Pria ”KOKOH” harus terus dijaga.” demikian diungkapkan Arisman, SE salah satu tim penilai tingkat Provinsi DIY. Selanjutnya Arisman mengatakan bahwa dengan adanya evauasi ini agar lebih memotivasi lagi untuk meningkatkan keikutsertaan KB Pria. Untuk tahun ini dari target sebanyak 571 orang baru tercapai sebanyak 136 orang peserta KB Pria.

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.